Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Saat Buka Bersama Puasa Dengan Insan Pers, Kapolri : Suara Media adalah Suara Publik.

3
×

Saat Buka Bersama Puasa Dengan Insan Pers, Kapolri : Suara Media adalah Suara Publik.

Sebarkan artikel ini
Oplus_131072
Example 468x60

Onenewsnusantara I Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menggelar kegiatan pembagian buka bersama dengan insan pers. Acara ini merupakan bentuk silaturahmi sekaligus memperkuat sinergi antara Polri dengan media.

“Dan ini tentunya bagian dari upaya kita untuk terus menjaga tali silaturahmi, yang tentunya ini juga menjadi salah satu kekuatan,” kata Sigit dalam sambutannya di Gedung Rupatama Polri, Rabu (25/2/2026).

Example 300x600

Sebelumnya acara buka bersama dimulai Kapolri bersama pejabat utama dan para insan pers bersatu padu membagikan bingkisan sajian buka puasa untuk seluruh masyarakat yang melintas di depan Kantor Mabes Polri.

Dilokasi pembagian takjil, masyarakat, pengendara hingga ojek online menyambut baik dan antusias dari kegiatan tersebut.

Menurut Sigit, pers adalah mitra yang sangat strategis untuk institusi Korps Bhayangkara. Menurutnya, suara media adalah suara publik.

Dan Kapolri menyampaikan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada teman-teman media yang terus menyampaikan informasi.

“Dan tentunya hal-hal tersebut menjadi tolok ukur, begitu media menyuarakan suara publik, artinya di situ juga lah kami harus segera bergerak dan merespons cepat. Karena kita menyadari bahwa suara media adalah suara publik yang harus didengar,” tegas Sigit .

Sigit menekankan, institusi Polri memiliki kewajiban untuk melaksanakan apa yang terus disuarakan oleh media. Mengingat, hal itu mewakili kepentingan masyarakat.

“Kekuatan kita, kekuatan bangsa kita yang selalu menjaga persatuan, menjaga kesatuan untuk menghadapi berbagai macam tantangan tugas, tantangan bangsa, dan tantangan negara,” disebutkan Sigit.

Lebih jauh, Sigit menjelaskan, perkembangan teknologi informasi dewasa ini berkembang sangat pesat. Perkembangan AI hingga Deepfake melahirkan tantangan tersendiri untuk bangsa Indonesia.

“Salah satunya adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Salah satunya itu juga yang saat ini tidak hanya berada di dalam tataran global, namun juga masuk ke situasi dalam negeri, situasi kehidupan kita sehari-hari. Dan tentunya, ini menjadi tantangan kita semua,” papar Sigit.

Karena itu, Sigit berharap, media bisa menjawab tantangan tersebut. Menurutnya, insan pers harus menyajikan informasi yang jujur, akurat dan dipercaya untuk masyarakat luas.

Kapolri berharap media sebagai alat kontrol dan alat komunikasi untuk mewakili suara publik dan terus bisa mendengarkan apa yang menjadi harapan masyarakat.

“Dan tentunya harapan kita, dan kami menyadari bahwa media memiliki peran yang sangat luar biasa untuk turut menjaga stabilitas keamanan nasional,” tutur Sigit.  (Yn)

 

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *