Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Fadli Zon Kunjungi PWI Pusat dan Hadiri Peringatan Usmar Ismail

92
×

Fadli Zon Kunjungi PWI Pusat dan Hadiri Peringatan Usmar Ismail

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

OneNewsNusantara | Jakarta, Menteri Kebudayaan Fadli Zon melakukan kunjungan ke Pusat Perfilman H. Usmar Ismail (PPHUI) di Jakarta pada Selasa (12/11) siang. Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga menyempatkan diri mengunjungi kantor Seksi Film & Kebudayaan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jaya yang saat ini berfungsi sebagai kantor sementara PWI Pusat.

Fadli Zon yang mengenakan batik biru dan kacamata bulat disambut dengan hangat oleh Ketua Dewan Penasihat PWI Pusat Ilham Bintang, Ketua Panitia Hari Pers Nasional (HPN) 2025 Marthen Slamet Susanto, Marah Sakti Siregar, dan pengurus PWI Pusat lainnya.

Example 300x600

Kehadiran tokoh perfilman Deddy Mizwar yang  sedang berada di kantor PWI juga turut menyambut kedatangan Menteri Fadli Zon.

Ilham Bintang menjelaskan bahwa kantor PWI Pusat yang kini berlokasi di PPHUI sebelumnya adalah kantor Seksi Perfilman PWI Jaya.

Fadli Zon sempat terkejut mengetahui bahwa PWI memiliki ruang kantor bersama sejumlah organisasi perfilman.

Sonny Pudjisasono, Ketua Yayasan PPHUI, menjelaskan bahwa sejak didirikan pada tahun 1975, kantor Seksi Film PWI telah berada di PPHUI.

Sonny juga mengingatkan bahwa Ilham Bintang pernah menjabat sebagai ketua di kantor tersebut.

Fadli Zon pun diajak berkeliling oleh Sonny untuk melihat lebih jauh keberadaan ruang-ruang kantor.

Saat ini, PWI Pusat yang dipimpin oleh Zulmansyah Sekedang menggerakkan roda organisasinya dari PPHUI setelah terjadinya dualisme kepengurusan yang membuat Dewan Pers mengosongkan kantor PWI di Gedung Dewan Pers.

PWI Pusat kini berfokus pada persiapan Hari Pers Nasional (HPN) 2025 yang akan dilaksanakan di Riau.

Setelah kunjungan ke kantor PWI, Fadli Zon melanjutkan kegiatannya dengan menghadiri peringatan tiga tahun H. Usmar Ismail sebagai Pahlawan Nasional dan Bapak Perfilman Nasional.

Peringatan ini juga sekaligus menandai 16 tahun Gedung Sinematek Usmar Ismail ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional dalam bidang Kebudayaan dan Pariwisata. Sinematek sendiri merupakan arsip film terbesar di Asia Tenggara, yang menyimpan ribuan koleksi film nasional serta berbagai naskah skenario bersejarah.

Acara peringatan tersebut dihadiri oleh ratusan insan perfilman, termasuk putra dan putri almarhum H. Usmar Ismail.

Selain itu, hadir pula sejumlah tokoh perfilman Indonesia seperti Raam Punjabi dan istrinya Raakee Punjabi, Paramitha Rusyadi, Adi Bing Slamet, Iyut Bing Slamet, Yatie Octavia, Marcella Zalianty, serta Marini Zumarnis.

Para pimpinan organisasi perfilman Indonesia, termasuk Deddy Mizwar dan Djonny Sjafruddin, juga turut hadir dalam acara tersebut.

Usmar Ismail adalah tokoh yang sangat berjasa dalam dunia perfilman Indonesia dan dikenal sebagai Bapak Perfilman Nasional. Syuting film pertamanya, *Darah dan Doa*, yang dimulai pada 30 Maret 1950, diperingati setiap tahun sebagai Hari Film Nasional. Selain itu, Usmar Ismail juga pernah menjabat sebagai Ketua Umum PWI Pusat pada periode 1946-1947. ( Ronn)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *