Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Suasana Ramadhan di Musim Semi di Kota Mutiara Danube

278
×

Suasana Ramadhan di Musim Semi di Kota Mutiara Danube

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

OneNewsNusantara | Budapest, yang dikenal sebagai “Mutiara Danube,” memiliki pesona tersendiri saat memasuki bulan suci Ramadhan, terutama ketika berlangsung di musim semi. Suhu yang lebih sejuk dan keindahan alam yang mulai bermekaran menciptakan suasana yang lebih nyaman bagi umat Muslim yang menjalankan ibadah puasa di kota ini.

Dibandingkan dengan musim panas, Ramadhan di musim semi memberikan durasi puasa yang sedikit lebih pendek. Matahari terbit sekitar pukul 04.30 pagi dan terbenam sekitar pukul 17.30 sore, sehingga umat Muslim berpuasa sekitar 13-14 jam sehari. Waktu ini lebih bersahabat dibandingkan saat musim panas, yang dapat mencapai 17-18 jam.

Example 300x600

Budapest adalah ibu kota Hungaria, sekaligus kota terbesar di negara tersebut. Ramadhan merupakan bulan yang penuh berkah bagi umat Muslim di seluruh dunia. Di Kota Mutiara Danube, yang dikenal dengan keindahan sungainya dan perpaduan budaya Timur dan Barat, suasana Ramadhan menjadi momen yang penuh kedamaian dan kebersamaan, terlebih saat musim semi mulai menyelimuti kota ini.

Kota ini terkenal dengan arsitektur yang indah, sejarah yang kaya, dan pemandangan Sungai Danube yang membelahnya menjadi dua bagian utama: Buda bagian barat yang berbukit, penuh dengan istana, bangunan bersejarah, dan area yang lebih tenang dan Pest bagian timur yang lebih datar, modern, dan menjadi pusat ekonomi serta budaya.

Perpaduan Keindahan Alam dan Spiritualitas Menurut Marhadi P.hD Student di Hungarian University of Agriculture and Life science yang juga Koordinator PPI Dunia periode 2024-2025, Ramadhan tahun ini bertepatan dengan musim semi, Kota Mutiara Danube menampilkan pesona yang luar biasa. Pepohonan mulai menghijau, bunga-bunga bermekaran di taman kota, dan udara yang sejuk semakin menambah kenyamanan dalam menjalankan ibadah puasa.

Matahari yang lebih lama bersinar memberikan kesempatan bagi warga untuk menikmati suasana kota sebelum berbuka puasa.

Di sepanjang sungai Danube, banyak keluarga dan komunitas Muslim yang berkumpul menjelang waktu berbuka, menikmati pemandangan air yang mengalir tenang. Sementara itu, masjid-masjid bersejarah yang tersebar di kota ini semakin ramai dengan jamaah yang datang untuk melaksanakan shalat Tarawih dan ibadah lainnya. Marhadi dan istri nya Cifebrima suyastri yang juga Mahasiswa s3 di Eotvos lorand University mengatakan bahwa dia dan keluarga kecilnya sangat menikmati Ramadhan tahun ini.

Suasana Ramadhan di Negara Minoritas Muslim Islam memiliki sejarah yang cukup panjang di Hungaria. Pada tahun 1522, Hungaria berada dalam pemerintahan Kekaisaran Ottoman. 150 tahun setelah itu, Hungaria direbut oleh Kerajaan Austria sehingga kejayaan Islam di Hungaria berakhir. Dari sinilah penyebaram Islam di Hungaria dimulai. Pada tahun 2020, ada sekitar 5.000 warga Hungaria yang beragama Islam atau 0.05% dari total populasi. Jumlah ini mengalami peningkatan dari tahun 2001 yang dimana populasi Muslim disana hanya 3.201 orang saja. Namun secara populasi jumlah warga muslim di Hongaria cukup banyak. Diperkirakan sebesar 23 persen dari populasi penduduk hongaria yang berjumlah 9,6 jutaan. Sebagian besar berasal dari Turki, Asia selatan (India, Pakistan, Bangladesh, Afghanistan), Timur tengah dan Afrika, Asia tenggara (Indonesia, Malaysia, Brunei) serta beberapa negara lainnya.

Mayoritas penduduk Hongaria beragama Katolik. Karena minoritas, tidak terasa suasana Ramadhan pada saat siang hari. Suasana Ramadhan terasa di masjid-masjid Budapest yang menyediakan takjil dan ifthor bagi jamaah yang ingin berbuka puasa. Budapest memiliki komunitas Muslim yang aktif, dan di bulan Ramadhan, berbagai kegiatan keagamaan digelar di masjid-masjid dan pusat-pusat Islam, seperti Masjid Dar Al-Salam, masjid al huda, masjid paskal, masjid al taqwa, makutca masjid, dan Islamic Cultural Center dan beberapa masjid kecil lainnya. Kegiatan seperti buka puasa bersama, shalat Tarawih, serta kajian agama menjadi momen yang mempererat kebersamaan di antara umat Muslim yang tinggal di kota ini. Berbuka puasa di Kota Mutiara Danube menjadi pengalaman yang tak terlupakan.

Di beberapa restoran dan komunitas Muslim, digelar acara berbuka puasa bersama yang dihadiri oleh berbagai kalangan, baik Muslim maupun non-Muslim. Tradisi ini semakin mempererat hubungan sosial dan menunjukkan keberagaman yang harmonis di kota ini. Hampir setiap masjid berlomba lomba menyediakan makanan untuk berbuka puasa. Sebagian besar makanan berbuka puasa ini disediakan oleh para donatur yang berasal dari pengusaha-pengusaha muslim yang ada di Budapest Hongaria.

Selain itu kegiatan Ramadhan juga dilakukan oleh diaspora Indonesia melalui organisasi PCIM (Pengurus Cabang Istimewa Muhammadiyah) Hongaria. Kegiatan yang dilakukan seperti webinar tentang kesehatan selama Ramadhan dan berbuka puasa yang melibatkan mahasiswa dan Pekerja Migran Indonesia di Hongaria.

Walaupun mahasiswa muslim Indonesia tidak terlalu banyak di Budapest, namun ke akraban dan kebersamaan selalu ditunjunkkan oleh mahasiswa Indonesia. Kegiatan buka puasa Bersama sering di lakukan mahasiswa Indonesia di flat atau apartemen Mahasiswa.

Bahkan tahun ini PPI Dunia menggandeng salah satu organisasi yang berasal dari Turki untuk mengadakan berbuka puasa. di Budapest PPI Dunia bekerja sama dengan Dialogue Platform Association melakukan buka puasa Bersama.

Kegiatan ini juga di lakukan beberapa PPI negara yang berada diwilayah Eropa.
Di beberapa masjid juga mengadakan I’tikaf di akhir Ramadhan dan sholat Iedul Fitri. Bagi warga negara Indonesia yang tinggal di Budapest biasanya melaksanakan sholat iedul fitri di kedutaan Besar Republik Indonesia.

KBRI mengundang warga Indonesia utuk ikut sholat iedul fitri, namun karena tempat yang terbatas, pihak KBRI membatasi Jemaah hanya untuk 300 orang.

Jadi bagi warga Indonesia yang muslim ingin sholat iedul fitri di KBRI wajib mendaftarkan diri melalui link yang sudah disiapkan oleh KBRI dan PPI Hongaria. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *