Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
Berita

Pedagang Pasar Tanah Abang Ancam Tutup Akses Sky Bridge, Protes Kenaikan Tarif Layanan Kios

169
×

Pedagang Pasar Tanah Abang Ancam Tutup Akses Sky Bridge, Protes Kenaikan Tarif Layanan Kios

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Onenewsnusantara | Jakarta – Para pedagang Pasar Tanah Abang mengancam akan menutup akses Jembatan Penyeberangan Multiguna (JPM) atau Sky Bridge di Tanah Abang, Jakarta Pusat, jika kenaikan tarif layanan (service charge) kios tetap diberlakukan dengan angka yang dinilai terlalu tinggi. Ancaman ini muncul sebagai respons terhadap kenaikan tarif yang dilakukan tanpa diskusi, yang kemudian berujung pada penyegelan ratusan kios pedagang oleh pengelola BUMD DKI Perumda Sarana Jaya.

Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Tanah Abang, Jimmy Rory, menyatakan bahwa para pedagang kecewa dengan sikap Sarana Jaya yang hanya menurunkan tarif sebesar Rp50 ribu, yang menurut mereka tidak signifikan. “Jika Sarana Jaya hanya menurunkan tarif Rp50 ribu, para pedagang sepakat tidak mau membayar service charge. Kalau mereka kembali melakukan penyegelan, kami akan tutup akses ke JPM,” tegas Jimmy saat dikonfirmasi di Jakarta pada Jumat.

Example 300x600

Ia menambahkan bahwa pedagang sudah lama menunggu keputusan dari pengelola, namun hasil pertemuan pada Rabu (16/10) dianggap tidak adil. Tuntutan utama pedagang agar tarif layanan diturunkan menjadi Rp800 ribu per bulan tidak dipenuhi, dengan pengelola hanya bersedia menurunkan tarif menjadi sekitar Rp1,3 juta per bulan.

Menurut Jimmy, meskipun ada penurunan, tarif tersebut masih terlalu tinggi dan memberatkan para pedagang, terutama karena penjualan di JPM Stasiun Tanah Abang telah menurun drastis sejak pandemi COVID-19. “Kami dari bulan Januari hingga Oktober ini hanya laku 1-2 potong baju. Daya beli masyarakat sudah turun,” ungkap Jimmy, mencerminkan kondisi ekonomi yang semakin sulit bagi para pedagang.

Dalam aksi protes yang digelar Kamis (10/10), para pedagang mengajukan beberapa tuntutan utama, termasuk penurunan tarif layanan kios menjadi Rp800 ribu, pembukaan segel kios yang telah disegel, dan pemberian waktu bagi pedagang untuk mencicil pembayaran tarif layanan.

Menanggapi aksi ini, Perumda Pembangunan Sarana Jaya telah mengambil langkah membuka segel ratusan kios di JPM Pasar Tanah Abang. Donni Setiawan, Staf Pengembangan Bisnis dan Pemasaran Perumda Sarana Jaya, menyatakan bahwa tindakan ini merupakan respons terhadap protes pedagang mengenai kenaikan tarif yang dilakukan tanpa diskusi sebelumnya.

Aksi ini menjadi sorotan karena para pedagang merasa keberatan dengan kebijakan yang mereka anggap menambah beban ekonomi di tengah menurunnya daya beli masyarakat pasca-pandemi. ( RDP )

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *