Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInternasional

Why India Matters? Masa Depan Ekonomi Global dan Transformasi Teknologi

64
×

Why India Matters? Masa Depan Ekonomi Global dan Transformasi Teknologi

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

Oleh : Naufal Badi Alam ( Bachelor Of Commerce University of Mumbai )

India, – India resmi menjadi negara terpadat di dunia pada 2023 dengan sekitar
1,43 miliar jiwa, melampaui China yang diperkirakan mencapai 1,41 miliar jiwa (United
Nations DESA, 2023) . Namun, yang menarik perhatian global bukan hanya jumlah
penduduknya, melainkan kecepatan transformasi ekonominya dan inovasi teknologinya yang
pesat. Menurut proyeksi IMF, pertumbuhan GDP India diperkirakan stabil di kisaran 6,8% per
tahun, dengan potensi untuk menempatkan India di antara ekonomi terbesar dunia dalam
beberapa tahun mendatang (IMF, April 2024) .
India telah membuktikan dirinya sebagai pusat inovasi digital. Sistem pembayaran digital
Unified Payments Interface (UPI) kini menjadi fondasi transaksi modern dengan volume yang
dilaporkan mencapai sekitar 14 miliar transaksi per bulan pada April 2024, memberikan
kontribusi signifikan pada transaksi real-time global (Reserve Bank of India, 2024) .
Keberhasilan UPI mendorong kemunculan ekosistem fintech yang dinamis, sehingga India
kini menjadi rumah bagi sekitar 118 unicorn startup per 2024—menempati posisi ketiga secara
globalsetelah Amerika Serikat dan China (Hurun Research, 2024) . Selain itu, platform digital
seperti Skill India Digital Hub telah mengintegrasikan berbagai program pelatihan dan
keahlian, memberikan akses kepada jutaan pemuda untuk meningkatkan kompetensi mereka
(NSDC, 2024) .
Meski masih menjadi salah satu konsumen batubara terbesar, India tengah bertransformasi
menuju era energi terbarukan. Pemerintah menargetkan pengembangan kapasitas energi
terbarukan hingga 500 GW pada 2030, dengan sejumlah proyek besar di Rajasthan yang
menjadi bagian dari agenda tersebut (International Solar Alliance, 2024) . Di sektor energi
hijau, inovasi teknologi elektroliser dan efisiensi pembangkit surya serta angin diharapkan
dapat menurunkan biaya produksi hidrogen hijau mendekati USD 1,2 per kg pada 2030.
Proyeksi IEA menyebutkan bahwa penurunan biaya ini dapat membuka peluang signifikan
bagi India untuk bersaing di pasar global hydrogen (IEA, 2024) .
India menikmati bonus demografi dengan sekitar 65% penduduk berusia di bawah 35 tahun—
bonus yang diyakini akan bertahan hingga 2045 (Youth in India, 2024) . Proyeksi
menunjukkan bahwa kelas menengah dapat tumbuh hingga mencapai 650 juta orang pada
2030, menjadikan India pasar konsumen besar setelah China (Reuters, 2024) . Di sisi lain,
beberapa studi mencatat bahwa tingkat pengangguran di kalangan pemuda lulusan dapat
berkisar antara 25% hingga 30%, yang menekankan pentingnya peningkatan pelatihan
keterampilan dan penyesuaian kurikulum agar bonus demografi dapat dioptimalkan (ILO,
2024) . Program inklusi keuangan seperti Jan Dhan Yojana—yang telah membuka lebih dari
500 juta rekening—bersama inisiatif pelatihan digital menjadi upaya kunci dalam mengubah
tantangan ini menjadi kekuatan ekonomi

Example 300x600

Di balik potensi besar, India juga menghadapi tantangan serius. Di satu sisi, data Forbes 2024
menunjukkan bahwa terdapat sejumlah miliarder dengan kekayaan gabungan mencapai sekitar
USD 1,2 triliun. Di sisi lain, sekitar 230 juta orang masih hidup dengan pendapatan di bawah
USD 2 per hari (Oxfam, 2024) . Ketergantungan pada impor minyak mentah yang mencapai
88% juga membuat ekonomi rentan terhadap fluktuasi harga global, ditambah inflasi pangan
yang mencapai 6,5% pada 2024 akibat gangguan rantai pasok dan dampak perubahan iklim.
India tidak hanya menunjukkan kekuatan ekonomi, tetapi juga memainkan peran strategis
dalam geopolitik global. Sebagai anggota aktif G20 dan Quad Alliance (bersama AS, Jepang,
Australia), India berupaya menjadi penyeimbang kekuatan di kawasan Indo-Pasifik.
Transformasi digitalnya, yang terlihat dari keberhasilan UPI dan platform skilling, telah
menjadi inspirasi bagi negara berkembang lainnya.

Informasi lebih lanjut :
Iga Mawarni
Editor Unit Redaksi PPI Dunia

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *