Scroll untuk baca artikel
Example floating
Example floating
BeritaInternasional

75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Turki, Harika Endonezya Hadirkan Harmoni Budaya dan Simbol Persahabatan

98
×

75 Tahun Hubungan Bilateral Indonesia-Turki, Harika Endonezya Hadirkan Harmoni Budaya dan Simbol Persahabatan

Sebarkan artikel ini
Example 468x60

OneNewsNusantara | Izmir, 24 Mei 2025 – Dalam rangka memperingati 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Turki, Perhimpunan Pelajar Indonesia (PPI) Izmir menggandeng KBRI Ankara untuk menggelar rangkaian acara bertajuk “75th Indonesia-Türkiye Bilateral Relations”. Kegiatan ini turut didukung oleh Buca Gençlik Merkezi, UDG İzmir, serta Palang Merah Turki (Türk Kızılay), menjadi simbol eratnya kolaborasi lintas negara.

Rangkaian acara dikemas dalam program “International Izmir Sport Day x Harika Endonezya: Harmony in Diversity”, yang mengintegrasikan elemen olahraga, seni, dan budaya sebagai sarana diplomasi yang hangat dan inklusif antarbangsa.

Example 300x600

Semangat Persahabatan Melalui Olahraga

Sebagai pembuka, International Izmir Sport Day (IISD) menggelar kompetisi olahraga persahabatan antarnegara yang diikuti delapan negara: Indonesia, Uzbekistan, Turki, Kazakhstan, Maroko, Kolombia, Sierra Leone, dan Yaman. Pertandingan sepak bola berlangsung Jumat, 9 Mei, dilanjutkan dengan turnamen bola voli pada Rabu, 21 Mei 2025, di Stadion Buca, Izmir.

“Harika Endonezya”: Ruang Perjumpaan Budaya Dua Bangsa

Puncak perayaan, Harika Endonezya, digelar Sabtu, 24 Mei 2025, di Bilal Saygılı Külliyesi, Bornova, Izmir. Acara ini menjadi panggung perjumpaan budaya Indonesia dan Turki melalui berbagai aktivitas, seperti:

Workshop Batik dan Ebru

Peserta diajak mengenal serta mencoba dua seni tradisional yang sarat nilai sejarah: Batik dari Indonesia dan Ebru dari Turki.

Batik merupakan seni menggambar di atas kain dengan lilin dan pewarna alami, diakui UNESCO sebagai warisan budaya tak benda. Sementara itu, Ebru—seni marbling dari era Ottoman—menghadirkan pola warna indah di atas air yang dipindahkan ke permukaan kertas. Lewat workshop ini, peserta dari berbagai negara mengenal filosofi dan teknik khas dari masing-masing seni.

Hidangan Tradisional Nusantara dan Anatolia

Peserta dimanjakan dengan kuliner khas Indonesia seperti bolu, brownies, pastel, dan jajanan tradisional lainnya, berpadu harmonis dengan baklava dan camilan manis khas Turki. Sajian ini menciptakan suasana akrab penuh kekeluargaan antarbangsa.

Pertunjukan Budaya Dua Negara

Penampilan seni dari Indonesia menghadirkan tarian daerah seperti Tari Jawa, Tari Dayak, Tari Janger, dan Tari Kecak dengan koreografi dinamis dan musik kontemporer. Sementara penampilan Turki menampilkan folklor dansları (tarian rakyat) serta permainan alat musik tradisional yang memikat audiens dari berbagai negara.

Perpaduan ini menjadi simbol nyata harmoni dalam keberagaman budaya serta penghargaan terhadap warisan leluhur masing-masing.

Diplomasi Budaya dan Peran Pemuda

Ketua Pelaksana, Najla Athoya, menegaskan bahwa acara ini merupakan bentuk nyata diplomasi budaya yang mempererat hubungan Indonesia-Turki melalui seni dan budaya, sekaligus menunjukkan peran diaspora muda di panggung internasional.

> “Melalui acara ini, kami ingin menunjukkan sepenggal keindahan Indonesia kepada sahabat-sahabat di Turki sebagai bentuk terima kasih dan apresiasi atas hubungan hangat yang telah terjalin. Kami juga ingin terus belajar dan mengenal budaya Turki, agar semangat saling menghargai terus tumbuh di generasi kami,” ujarnya.

Pernyataan ini sejalan dengan sambutan Duta Besar RI untuk Turki, Achmad Rizal Purnama, yang mengutip pidato Presiden Prabowo di Antalya Forum beberapa bulan lalu, mengenai pentingnya memperkuat kerja sama menuju 100 tahun hubungan Indonesia-Turki pada 2050.

> “Pada tahun 2050, saat kita merayakan satu abad hubungan diplomatik Indonesia dan Turki, kalian—generasi muda—akan menjadi pemimpin, pelanjut, sekaligus penjaga semangat kerja sama ini. Masa depan hubungan dua negara ada di tangan pemuda,” ucap Dubes Rizal.

Ia juga menegaskan peran vital pemuda dalam membangun jembatan antarbangsa melalui semangat inovatif, pembelajaran lintas budaya, dan partisipasi aktif dalam kegiatan internasional, demi dunia yang harmonis, adil, dan kolaboratif.

Apresiasi Mitra Lokal

Serkan Özmen, pimpinan Buca Gençlik Merkezi, menyampaikan apresiasinya terhadap pelaksanaan kegiatan ini.

> “Kami sangat senang dapat menjadi bagian dari perayaan ini, yang tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga membuka ruang perjumpaan lintas budaya bagi generasi muda. Melalui olahraga, seni, dan budaya, kami percaya pemuda Turki dan Indonesia dapat saling belajar, berbagi nilai-nilai universal, dan membangun masa depan yang lebih inklusif dan damai. Inisiatif seperti ini harus terus didorong,” ujarnya.

Acara ini dihadiri lebih dari 400 peserta dari berbagai negara seperti Turki, Yordania, Palestina, Malaysia, Maroko, Sierra Leone, Mesir, Kazakhstan, Azerbaijan, Uzbekistan, dan Somalia. Keberagaman ini mengukuhkan makna dari tema besar: Harmony in Diversity—bahwa perbedaan adalah kekuatan, dan budaya adalah bahasa universal pemersatu.

Harika Endonezya bukan sekadar perayaan. Ia adalah cerminan semangat persahabatan yang ditenun oleh tangan-tangan muda dari dua bangsa sahabat. Sebuah pengingat bahwa dalam seni, budaya, dan interaksi antarmanusia, selalu ada ruang untuk saling memahami dan menghargai. (*)

Example 300250
Example 120x600

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *